Sejarah Kepramukaan Indonesia

- Pendahuluan
Pendidikan Kepramukaan di Indonesia merupakan salah satu segi pendidikan
nasional yang penting, yang merupakan bagian dari sejarah perjuangan
bangsa Indonesia.
Untuk itu perlu diketahui sejarah perkembangan Kepramukaan di Indonesia.
B. Sejarah Singkat Gerakan Pramuka
Gagasan Boden Powell yang cemerlang dan menarik itu akhirnya menyebar ke
berbagai negara termasuk Netherland atau Belanda dengan nama Padvinder.
Oleh orang Belanda gagasan itu dibawa ke Indonesia dan didirikan
organisasi oleh orang Belanda di Indonesia dengan nama NIPV (Nederland
Indische Padvinders Vereeniging = Persatuan Pandu-Pandu Hindia Belanda).
Oleh pemimpin-pemimpin gerakan nasional dibentuk organisasi kepanduan yang
bertujuan membentuk manusia Indonesia yang baik dan
menjadi kader pergerakan nasional. Sehingga muncul bermacam-macam
organisasi kepanduan antara lain JPO (Javaanse Padvinders Organizatie) JJP
(Jong Java Padvindery), NATIPIJ (Nationale Islamitsche Padvindery), SIAP
(Sarekat Islam Afdeling Padvindery), HW (Hisbul Wathon).
Dengan adanya larangan pemerintah Hindia Belanda menggunakan istilah
Padvindery maka K.H. Agus Salim menggunakan nama Pandu atau Kepanduan.
Dengan meningkatnya kesadaran nasional setelah Sumpah Pemuda, maka pada
tahun 1930 organisasi kepanduan seperti IPO, PK (Pandu Kesultanan), PPS
(Pandu Pemuda Sumatra) bergabung menjadi KBI (Kepanduan Bangsa Indonesia).
Kemudian tahun 1931 terbentuklah PAPI (Persatuan Antar Pandu Indonesia) yang berubah menjadi BPPKI (Badan
Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia) pada tahun 1938.
Pada waktu pendudukan Jepang Kepanduan di Indonesia dilarang sehingga
tokoh Pandu banyak yang masuk Keibondan, Seinendan dan PETA.
Setelah tokoh proklamasi kemerdekaan dibentuklah Pandu Rakyat Indonesia
pada tanggal 28 Desember 1945 di Sala sebagai satu-satunya organisasi
kepanduan.
Sekitar tahun 1961 kepanduan Indonesia terpecah menjadi 100 organisasi
kepanduan yang terhimpun dalam 3 federasi organisasi yaitu IPINDO (Ikatan
Pandu Indonesia) berdiri 13 September 1951, POPPINDO (Persatuan Pandu
Puteri Indonesia) tahun 1954 dan PKPI (Persatuan Kepanduan Puteri
Indonesia)
Menyadari kelemahan yang ada maka ketiga federasi melebur menjadi satu
dengan nama PERKINDO (Persatuan Kepanduan Indonesia).
Karena masih adanya rasa golongan yang tinggi membuat Perkindo masih
lemah. Kelemahan gerakan kepanduan Indonesia akan dipergunakan
oleh pihak komunis agar menjadi gerakan Pioner Muda seperti yang terdapat
di negara komunis. Akan tetapi kekuatan Pancasila dalam Perkindo
menentangnya dan dengan bantuan perdana Menteri Ir. Juanda maka perjuangan
menghasilkan Keppres No. 238 tahun 1961 tentang Gerakan Pramuka yang pada
tanggal 20 Mei 1961 ditandatangani oleh Pjs Presiden RI Ir Juanda karena
Presiden Soekarno sedang berkunjung ke Jepang.
Di dalam Keppres ini gerakan pramuka oleh pemerintah ditetapkan sebagai
satu-satunya badan di wilayah Indonesia yang diperkenankan
menyelenggarakan pendidikan kepramukaan, sehingga organisasi lain yang
menyerupai dan sama sifatnya dengan gerakan pramuka dilarang
keberadaannya.
C. Perkembangan Gerakan Pramuka
Ketentuan dalam Anggaran Dasar gerakan pramuka tentang prinsip-prinsip
dasar metodik pendidikan kepramukaan yang pelaksanaannya seperti tersebut
di atas ternyata banyak membawa perubahan sehingga pramuka mampu
mengembangkan kegiatannya. Gerakan pramuka ternyata lebih kuat
organisasinya dan cepat berkembang dari kota ke desa.
Kemajuan Gerakan Pramuka akibat dari sistem Majelis Pembimbing yang
dijalankan di tiap tingkat, dari tingkat Nasional sampai tingkat Gugus
Depan. Mengingat kira-kira 80 % penduduk Indonesia tinggal di pedesaan dan
75 % adalah petani maka tahun 1961 Kwarnas Gerakan Pramuka menganjurkan
supaya para pramuka mengadakan kegiatan di bidang pembangunan desa.
Pelaksanaan anjuran ini terutama di Jawa Tengah, Yogyakarta,
Jawa Timur dan Jawa Barat menarik perhatian Pimpinan Masyarakat.
Maka tahun 1966 Menteri Pertanian dan Ketua Kwartir Nasional mengeluarkan
instruksi bersama pembentukan Satuan Karya Taruna Bumi. Kemudian diikuti
munculnya saka Bhayangkara, Dirgantara dan Bahari. Untuk menghadapi
problema sosial yang muncul maka pada tahun 1970 menteri Transmigrasi dan
Koperasi bersama dengan Ka Kwarnas mengeluarkan instruksi bersama tentang
partisipasi gerakan pramuka di dalam penyelenggaraan transmigrasi dan
koperasi. Kemudian perkembangan gerakan pramuka dilanjutkan dengan
berbagai kerjasama untuk peningkatan kegiatan dan pembangunan bangsa
dengan berbagai instansi terkait
Sejarah Kepramukaan Dunia
A. Pendahuluan
Kalau kita mempelajari sejarah pendidikan kepramukaan kita tidak dapat lepas
dari riwayat hidup pendiri gerakan kepramukaan sedunia Lord Robert Baden Powell
of Gilwell. Hal ini disebabkan pengalaman beliaulah yang mendasari pembinaan
remaja di negara Inggris. Pembinaan remaja inilah yang kemudian tumbuh
berkembang menjadi gerakan kepramukaan.
B. Riwayat hidup Baden Powell
Lahir tanggal 22 Pebruari 1857 dengan nama Robert Stephenson Smyth. Ayahnya
bernama powell seorang Professor Geometry di Universitas Oxford, yang meninggal ketika Stephenson
masih kecil. Pengalaman Baden Powell yang berpengaruh pada kegiatan kepramukaan
banyak sekali dan menarik diantaranya :
- Karena ditinggal bapak sejak
kecil, maka mendapatkan pembinaan watak ibunya.
- Dari kakaknya mendapat
latihan keterampilan berlayar, berenang, berkemah, olah raga dan
lain-lainnya.
- Sifat Baden Powell yang
sangat cerdas, gembira, lucu, suka main musik, bersandiwara, berolah raga,
mengarang dan menggambar sehingga disukai teman-temannya.
- Pengalaman di India sebagai
pembantu Letnan pada Resimen 13 Kavaleri yang berhasil mengikuti jejak
kuda yang hilang di puncak gunung serta keberhasilan melatih panca indera
kepada Kimball O’Hara.
- erkepung bangsa Boer di kota Mafeking,
Afrika Selatan selama 127 hari dan kekurangan makan.
- Pengalaman mengalahkan
Kerajaan Zulu di Afrika dan mengambil kalung manik kayu milik Raja
Dinizulu.
- Pengalaman ini ditulis dalam
buku “Aids To Scouting” yang merupakan petunjuk bagi Tentara muda Inggris
agar dapat melaksanakan tugas penyelidik dengan baik.
William Smyth seorang pimpinan Boys Brigade di Inggris minta
agar Baden Powell melatih anggotanya sesuai dengan pengalaman beliau itu.
Kemudian dipanggil 21 pemuda dari Boys Brigade di berbagai wilayah Inggris,
diajak berkemah dan berlatih di pulau Browns Sea pada tanggal 25 Juli 1907
selama 8 hari.
Tahun 1910 BP pensiun dari tentara dengan pangkat terakhir Letnan Jenderal.
Pada tahun 1912 menikah dengan Ovale St. Clair Soames dan dianugerahi 3 orang
anak. Beliau mendapat titel Lord dari Raja George pada tahun 1929 Baden Powell
meninggal tanggal 8 Januari 1941 di Nyeri, Kenya, Afrika.
C. Sejarah Kepramukaan Sedunia
Awal tahun 1908 Baden Powell menulis pengalamannya untuk acara latihan
kepramukaan yang dirintisnya. Kumpulan tulisannya ini dibuat buku dengan judul
“Scouting For Boys”. Buku ini cepat tersebar di Inggris dan negara-negara lain
yang kemudian berdiri organisasi kepramukaan yang semula hanya untuk laki-laki
dengan nama Boys Scout.
Tahun 1912 atas bantuan adik perempuan beliau, Agnes didirikan organisasi
kepramukaan untuk wanita dengan nama Girl Guides yang kemudian diteruskan oleh
istri beliau. Tahun 1916 berdiri kelompok pramuka usia siaga dengan nama CUB
(anak serigala) dengan buku The Jungle Book karangan Rudyard Kipling sebagai
pedoman kegiatannya. Buku ini bercerita tentang Mowgli si anak rimba yang
dipelihara di hutan oleh induk serigala.
Tahun 1918 beliau membentuk Rover Scout bagi mereka yang telah berusia 17
tahun. Tahun 1922 beliau menerbitkan buku Rovering To Success (Mengembara
Menuju Bahagia). Buku ini menggambarkan seorang pemuda yang harus mengayuh
sampannya menuju ke pantai bahagia.
Tahun 1920 diselenggarakan Jambore Dunia yang pertama di Olympia Hall, London. Beliau mengundang
pramuka dari 27 Negara dan pada saat itu Baden Powell diangkat sebagai Bapak
Pandu Sedunia (Chief Scout of The World).
-
Tahun 1924 Jambore
II di
Ermelunden, Copenhagen,
Denmark
-
Tahun 1929 Jambore
III di Arrow Park, Birkenhead, Inggris
-
Tahun 1933 Jambore
IV di Godollo,
Budapest,
Hongaria
-
Tahun 1937 Jambore
V di
Vogelenzang, Blomendaal, Belanda
-
Tahun 1947 Jambore
VI di Moisson,
Perancis
-
Tahun 1951 Jambore VII di Salz Kamergut, Austria
-
Tahun 1955 Jambore VIII di sutton Park, Sutton Coldfild, Inggris
-
Tahun 1959 Jambore
IX di Makiling,
Philipina
-
Tahun 1963 Jambore X
di Marathon, Yunani
-
Tahun 1967 Jambore
XI di Idaho, Amerika
Serikat
-
Tahun 1971 Jambore XII di
Asagiri, Jepang
-
Tahun 1975 Jambore XIII di
Lillehammer, Norwegia
-
Tahun 1979 Jambore XIV di Neishaboor, Iran tetapi dibatalkan
-
Tahun 1983 Jambore XV di Kananaskis, Alberta,
Kanada
-
Tahun 1987 Jambore XVI di Cataract Scout Park, Australia
-
Tahun 1991 Jambore XVII di Korea
Selatan
-
Tahun 1995 Jambore XVIII di Belanda
-
Tahun 1999 Jambore XIX di Chili,
Amerika Selatan
-
Tahun 2003 Jambore XX di
Thailand
-
Tahun 1914 beliau menulis petunjuk untuk kursus Pembina Pramuka dan baru
dapat terlaksana tahun 1919. Dari sahabatnya yang bernama W.F. de Bois
Maclarren, beliau mendapat sebidang tanah di Chingford yang kemudian
digunakan sebagai tempat pendidikan Pembina Pramuka dengan nama Gilwell Park.
Tahun 1920 dibentuk Deewan Internasional dengan 9 orang anggota dan Biro
Sekretariatnya di London, Inggris dan tahun 1958 Biro Kepramukaan sedunia
dipindahkan dari London ke Ottawa Kanada. Tanggal 1 Mei 1968 Biro
kepramukaan Sedunia dipindahkan lagi ke Geneva, Swiss.
Sejak tahun 1920 sampai 19 Kepala Biro Kepramukaan Sedunia dipegang
berturut-turut oleh Hebert Martin (Inggris). Kolonel J.S. Nilson
(Inggris), Mayjen D.C. Spry (Kanada) yang pada tahun 1965 diganti oleh
R.T. Lund 1 Mei 1968 diganti lagi oleh DR. Laszio Nagy sebagai Sekjen.
Biro Kepramukaan sedunia Putra mempunyai 5 kantor kawasan yaitu Costa Rica, Mesir, Philipina, Swiss dan Nigeria.
Sedangkan Biro kepramukaan Sedunia Putri bermarkas di London dengan 5 kantor kawasan di Eropa,
Asia Pasifik, Arab, Afrika dan Amerika Latin.
Ditulis oleh : Drs. Ringsung Suratno, M.Pd
RENUNGAN
22-02
THINGKING DAY (BP’S DAY)
Lemdikanas 2009
Tanggal 22 Februari 1857, lahirlah seorang anak manusia yang diberi nama
ROBERT STEPHENSON SMYTH BADEN POWELL, ayahnya bernama Domine H.G. Baden Powell
seorang professor geometri dari Universitas Oxford, ibunya adalah puteri
Admiral Inggris bernama W.T. Smyth. Ayahnya meninggal dunia sewaktu
Robert Stepenshon Smyth Baden Powell (BP) masih berumur 3 tahun, sehingga ia
tumbuh dewasa dalam pengasuhan sang ibu.
Baden Powell tumbuh sebagai seorang pemuda yang periang, cerdas, pandai
bermain musik, dan sandiwara. Dia juga seorang penulis ceritera fiksi,
maupun non fiksi yang pandai dan produktif.
Sejak kecil ia sudah gemar berolah raga, bermain di alam terbuka, berenang,
berlayar dan mengembara bersama kakak-kakaknya.
Latihan-latihan di waktu kecil ini sangat bermanfaat ketika dia menjadi perwira
kerajaan Inggris. Keterampilan dan kecerdasannya ini membuat suku Matabele
kagum terhadapnya, sehingga ia menjuluki Baden Powell dengan sebutan
“IMPEESA” (serigala yang tidak pernah tidur), di suku tersebut ia
dijuluki “M’HLALA PANZI” artinya seorang yang dapat
menembak sambil terlentang.
Segala pengalamannya sewaktu bertugas tersebut ditulis ke dalam sebuah buku
yang diberi judul “Aid to scouting”. Buku ini tadinya
dimaksudkan agar para perwira muda dapat menjalankan tugasnya di medanlaga
dengan baik. Namun akhirnya buku tersebut segera tersebar dan
menjadi bacaan bagi sekolah-sekolah yang siswanya laki-laki.
Sesudah pulang dari tugasnya di Afrika dan kembali ke negaranya, ia melihat
anak-anak remaja banyak yang nakal-nakal. Terdorong
keinginannya untuk membaktikan dirinya bagi kepentingan remaja
tersebut, ia mulai mengumpulkan buku-buku dari perpustakaan yang khusus untuk
pendidikan remaja, mengenai latihan-latihan dari abad ke abad; dari
anak-anak Sparta, orang-orang Inggris jaman dahulu, orang-orang Indian sampai
latihan-latihan bagi orang-orang se jamannya.
Pengalaman-pengalamannya tersebut mula-mula ia tuangkan dalam bentuk kegiatan
dengan mengajak anak-anak tersebut ke dalam satu kegiatan di alam terbuka,
mengintai, berburu, menggunakan lembing dan sebagainya. Hasilnya sangat
positif, anak-anak yang tadinya nakal begitu melihat tantangan,
latihan yang harus dipersiapkan untuk menghadapi tantangan, serta
berbagai macam keterampilan yang selayaknya dimiliki, maupun resiko
kehidupan di alam terbuka, maka sikap anak-anak tersebut berubah
menjadi semakin baik, sopan dan bertanggung-jawab terhadap
lingkungan. BP terus mengembangkan pemikirannya tentang
kepramukaan melalui bentuk-bentuk kegiatan yang berbeda dengan kegiatan
di sekolah-sekolah.
Akumulasi kegiatannya sebagai seorang “pendahulu dalam kepramukaan”
ialah ketika Baden Powell mengajak 20 orang anak dari mereka tanggal 1 Agustus
1907, untuk berkemah di Brown-sea Island, di Terusan Inggris selama hampir 2
minggu. Di situlah setiap saat Baden Powell bertutur tentang budi
pekerti, kebahagiaan, kesehatan, keterampilan, disiplin, tanggung-jawab, dan
bagaimana menjadi warga negara yang baik, kepada adik-adiknya (peserta
didiknya) di sekitar api unggun. Kegiatan-kegiatan tersebut akhirnya
menjadi cikal bakal lahirnya gerakan kepramukaan sedunia. Oleh
karena itu tanggal 1 Agustus di mana untuk mula pertama kalinya BP
berkemah di BrownseaIsland tersebut diperingati sebagai “Sun Rise Day”,
bagi seluruh pandu di dunia.
Segala sesuatu yang diceriterakan oleh Baden Powell di sekeliling api unggun itulah
di tahun 1908 dibukukan dengan judul “Scouting for Boys”.
Ketika buku tersebut muncul di tengah-tengah masyarakat maka ia
bagaikan santapan yang lezat bagi orang-orang yang sedang kelaparan, sehingga
tidak saja menjadi konsumen bagi orang-orang Inggris, tetapi juga beredar
sampai ke luar negeri.
Pada tahun 1909, ketika BP muncul dalam pertemuan di Crystal Palace London
sebagai tamu kehormatan ia bangga menyaksikan belasan ribu pandu putra berbaris
dengan rapi. Namun dia mengatakan: “Akan tetapi, akan sempurna
sekali jika anak perempuan juga dapat mengikuti gerakan kepramukaan ini”.
Tidak lama setelah itu muncullah gerakan kepramukaan untuk putri.
Ternyata di tahun 1909 tersebut telah dapat didirikan Pramuka putri yang
semula dipimpin oleh Agner Baden Powell, yang kemudian diteruskan oleh Olave
St. Clair Soames.
Pergerakan kepramukaan ini semakin hari semakin berkembang dan meluas, sehingga
pada tahun 1910 sudah semakin luas dan pesatnya perkembangan kepramukaan.
Saat itulah BP sadar bahwa kepramukaan ini akan menjadi pekerjaannya
seumur hidup. Ia sadar dan berkeyakinan bahwa dirinya akan semakin
berjasa lagi bagi tanah airnya apabila ia melatih para muda supaya menjadi
warga negara utama dan mulia dibandingkan dengan ia harus melatih warganya
untuk berperang . Oleh karena itu ia meletakkan jabatannya sebagai
Perwira Tinggi yang saat itu telah berpangkat “Letnan Jenderal” dan
kemudian memasuki kehidupannya yang kedua yakni menjadi
seorang “Pembina Pramuka”.
Ia memetik hasil usahanya dalam perkembangan Pergerakan Kepramukaan tersebut
yang akhirnya mendunia, dalam sebuah pengabdian yang didasarkan atas rasa cinta
dan hormat kepada anak-anak didiknya di seluruh dunia.
Pada tahun 1912, BP mengadakan perjalanan keliling dunia untuk menemui Pramuka
di berbagai negara, inilah permulaan kepramukaan menjadi ikatan persaudaraan
bagi para anggota Pramuka di seluruh dunia.
Tahun 1916 – baru muncul Pramuka Siaga. Untuk keperluan pendidikannya BP
menulis “Handbook for Cubs”, dan bukunya Rudycard Kipling yang
berjudul “The Jungle Book”, dijadikan dasar
ceritera bagi kegiatan Pramuka Siaga.
1918 – muncul Pramuka usia Penegak. Tahun 1922, baru tersusun buku pedoman
untuk pembinaan penegak yang berjudul “Rovering to Success”.
Apa dikata perang dunia meletus dan kegiatan kepramukaan sementara mengendur
baru dilanjutkan dan bergiat kembali seusai perang. Mulai dirintislah di
tahun 1920, dengan berkumpulnya para pramuka di seluruh dunia di London, untuk
melaksanakan The First World Jamboree. Pada tanggal 6 Agustus tahun 1920,
di malam terakhir dari Jamboree tersebut BP diangkat menjadi “Chief
Scout of the World” atau Bapak Pramuka Sedunia, yang disambut dengan
riuh rendah oleh para Penggalang yang berkumpul di sana. Jambore
dunia ke -2 kemudian diselenggarakan di Denmark tahun 1924, kemudian Jambore
dunia ke-3 kembali di Inggris tahun 1929, ke-4 di Hongaria tahun
1933, dan para Jambore ke 5 tahun 1937 diselenggarakan di Belanda.
Sampai dengan kegiatan Jambore yang ke-5 BP masih tetap memegang peranan, ia
tetap bersemangat dan selalu dihormati oleh anak-anak kemanapun dia
pergi. Sungguh pun demikian BP tetap berkarya, ia terus menerus
berkarya, ia terus menerus menulis, dan selalu memperkaya materi pendidikan
kepramukaan.
Pada usianya yang ke-80 BP manakala kekuatan BP sudah berkurang, ia kembali ke
Afrika, tepatnya di Kenya, tanah yang dicintainya, suatu tempat yang tenteram,
dengan pemandangan yang indah, gunungnya yang bersalju, dan rimba-rimbanya yang
luas didampingi oleh isterinya yang setia Lady Baden Powell, sebagai asistennya
yang sangat bersemangat dalam memajukan pendidikan dan pemimpin kepramukaan
puteri se dunia. Di sanalah BP menghembuskan nafasnya di sanatepat
pada tanggal 8 Januari 1941, sebulan lebih sedikit sebelum hari ulang
tahunnya yang ke-84.
Baden Powell sebagai perintis organisasi kepranduan dunia untuk putera (Chief
Scout of the World), dilahirkan tanggal 22 Februari 1857, isterinya
Lady Olave Baden Powell, sebagai perintis pandu puteri dunia (World
Chief Guide), dilahirkan pada tanggal yang sama dengan Baden Powell,
yakni tanggal 22 Februari 1889. Suatu keajaiban Tuhan yang perlu
direnungkan. Inilah sebabnya kita memperingati tanggal 22 Februari
sebagai “BP’s Day” atau disebut juga “Thinking Day”.
Sebagai pewaris dalam pendidikan kepramukaan, marilah kita camkan kata-kata
Baden Powell, yang bagaikan suatu untaian mutiara, penghias kepribadian anak
bangsa:
- Scouting is not an
abstruse or difficult science: rather it is a jolly game if you take it in
the right light. At the same time it is educative, and
(like mercy) it is apt to benefit him that gift as him as receipt.
(Kepramukaan bukanlah suatu ilmu yang sukar atau yang harus dipelajari
secara mendalam, lebih tepat diartikan sebagai permainan yang
menarik, bila anda posisikan secara benar, yakni permainan yang
bersifat mendidik, dan (seperti halnya kemurahan hati) ia condong
memberi manfaat bagi yang memberi ataupun yang menerima). (diambil
dari Bahan Paket Latihan KPD/KPL, 1987).
- The term “Scouting” has come
to mean a system of training in citizenship, through games, for boys and
girls. (Kepramukaan haruslah diartikan sebagai suatu sistem
latihan kewarganegaraan melalui permainan untuk anak-anak laki-laki maupun
perempuan. (Diambil dari Bahan Paket KPD/KPL, 1987).
- Kepramukaan adalah
persahabatan/persaudaraan yang menyenangkan (The movement is a
jolly fraternity,-- Aids to Scout Mastership, World
Brotherhood Edition, 1944: 4)
- Metode kita cenderung
mendidik daripada memberikan instruksi dengan permainan-permainan,
kegiatan-kegiatan yang menarik, tetapi benar-benar membina moral, mental
dan fisik (Our method of training is to educate from within
rather than to instruct from without; to offer games and activities which,
while attractive to the boy, will seriously educate him morally, mentally,
and physically). ---dari Foot Step of The Founder, 1984).
- Bagaimana menjadi
Pembina yang baik juga diungkapkan oleh BP sebagai berikut : (1)
Pembina itu orang memiliki jiwa dan semangat muda, oleh karena itu
ia harus dapat menempatkan dirinya dalam alam pikiran peserta
didik. (2)Pembina itu mengerti dan
menyadari kebutuhan peserta didik. Ia harus mengerti pula
pandangan serta keinginan peserta didik sesuai dengan tingkat usia dan
pertumbuhan jiwanya. (3) Pembina dalam melakukan
aktivitasnya dengan lebih memperhatikan peserta didik secara
perorangan/pribadi, daripada secara keseluruhan (massal). (4)
Pembina haruslah dapat mengembangkan jiwa kesatuan, sehingga setiap
pribadi peserta didik dapat berkembang dan mencapai hasil yang
sebaik-baiknya (Diambil dari Bahan Paket Latihan KPD/KPL, 1987).
- Anak-anak itu menginginkan
variasi, maka jangan terkejut jika mereka merasa lelah atau
bosan terhadap sesuatu. Maka persiapkanlah dirimu dari sekarang
untuk menghadapi masa yang akan datang (Headquarters’ Gazette,
November 1911).
- Kebiasaan yang jelek itu
seperti gigi yang jelek, ia harus dicabut. Caranya dengan mengisi
kekurangannya tidak sekedar dimengerti tetapi digunakan dalam
kehidupan sehari-hari (Lifes’s Snags and How to Meet Them –
1927: 49).
- Usaha menjaga keseimbangan
tubuh, berarti berupaya mengembangkan keseimbangan mental (Girl
Guiding, 1966:35 reprint of 1938 edition).
- Sesungguhnya selalu ada sisi
yang indah dalam hidup, sungguh pun dalam keadaan yang tersulit
(What Scout Can Do, 1921: 142).
- Ambisi untuk
mengerjakan sesuatu yang benar adalah ambisi yang bermakna (Rovering
to Success, 1959: 143 reprint 1922 edition).
- Kita melatih dalam suatu
pasukan berkuda dimulai dari langkah kuda yang terlambat (Scouting for
Boys, 1946: 63).
- Saya berpendirian bahwa
segalanya akan menjadi sesuatu yang baik jika kita menenggelamkan orang
dewasa dan mempersilahkan anak-anak (peserta didik) memimpin dunia
sehingga kita memiliki dunia yang menyenangkan yang penuh dengan kebaikan
dan persahabatan (Paddle Your Own Canoe, 1939 :63).
- Seseorang tanpa jiwa
kesatriaan bukan manusia / A man without chivalry is no man
(Rovering to Success 1959: 108 reprint 1922 edition).
- Kepribadian suatu
bangsa tidak dapat ditumbuhkan dengan kekuatan angkatan perang di
mana suatu bangsa merasa lebih superior dibandingkan dengan
yang lain (Headquarters’ Gazette, Januari 1914, rep. dari BPO, 43).
- Membina itu tidak akan
mengeluh, merengek, bahkan mengerutkan dahi ketika menemui kesulitan,
manakala kita ada kesanggupan untuk menerimanya (Girl Guiding,
1966: 61 reprint of 1938 edition).
- Pandangan/pendapat umum
(common sense), adalah sesuatu yang paling berguna dan bernilai yang
telah kamu peroleh dalam kepribadianmu (Paddle Your Own Canoe, 1939:
19).
- BP tentang kerjasama: “When
you are playing football and you get possession of the
ball, you know as well as I do that it is your business to stick to it too
long, although it may be great fun for you to see how long you
can play it; you must not play a selfish game, but must do your
best with it and quickly pass it on to one of your side.
So it is with any other good thing when it comes your
way. Don’t keep it to yourself, but share it with others – “pass
it on” to them” (Yarns for Boy Scouts, 1909: 180).
Trisatya di awal berdirinya 1907:
Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:
- Menjalankan
kewajibanku terhadap Tuhan dan Raja
- Menolong
sesama manusia di setiap saat
- Mengikuti darma
Pramuka.
Dasa Darma Pramuka di awal berdirinya 1907:
1. Pramuka itu dapat dipercaya (A scout’s/Guide’s honour
is to be trusted).
2. Pramuka itu setia (A Scout/Guide is loyal).
3. Pramuka itu senantiasa berguna dan menolong sesama (A
scout’s/ Guide’s duty is to be useful and to help others).
4. Pramuka itu sahabat bagi semua manusia, dan saudara
bagi sesama Pramuka, tidak mempersoalkan dari golongan apapun asalnya (A
Scout/Guide is a friend to all and a brother/sister to every other Scout/Guide,
no matter to what social, class or the other belongs).
5. Pramuka itu sopan (A Scout/Guide is curteous).
6. Pramuka itu bersahabat dengan hewan (A Scout/Guide is
a friend to animal).
7. Pramuka itu taat aturan orang tua, pemimpin pasukan,
atau Pembina tanpa menawar (A Scout/Guider, without question).
8. Pramuka senantiasa riang gembira walau dalam
kesulitan (A Scout/Guide smiles and whistles/sings under all
difficulties;
9. Pramuka itu hemat (A Scout/Guide is thrifty).
10. Pramuka itu suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan (A
Scout/ Guide is/keeps his/her self clean/pure in thought, word and deed).
KEPUSTAKAAN
· Bahan Dasar Kursus Pelatih Dasar
dan Pelatih Lanjutan, 1987, Kwartir Nasional Gerakan Pramuka
· Diah Ansorie, Lord Baden Powell
Bapak Pandu Sedunia, Jambatan, Jakarta
· Footsteps of the Founder, 1984,
Editrice Ancora Milano.
Disusun kembali oleh: Joko Mursitho, Kalemdikanas 2007 – 2009)
produk - produk dan organisasi pramuka
-